>

Maret 21, 2009

buat si ciliwung

Sungai Ciliwung.
SEBUAH SOLUSI

Kita, terutama warga Jakarta telah mengetahui bahwa pada dekade ini keadaan sungai ciliwung sangat'mengenaskan'. Air sungai yang seharusnya jernih, telah terkotori oleh tangan-tangan manusia sehingga berwarna hitam dan terdapat banyak sampah disana-sini. Setiap tahunnya sungai ciliwung meluapkan beribu-ribu kubik air kepada masyarakat Jakarta. Keadaan ini diperparah dengan pembangunan rumah-rumah kumuh di sekitar bantaran kali yang makin memperburuk keadaan.
Tak hanya itu, sebagian masyarakat Jakarta kurang peduli terhadap lingkungan. Mereka membuang sampah sembarangan, buang air besar seenaknya dikali yang tentunya akan membuat kesan bahwa Jakarta, sebagai ibukota sebuah negara yang telah merdeka selama 63 menjelang 64 tahun ini adalah kota paling jorok, paling kotor, dan sebagainya.
Nah, oleh karena itu, kita harus menghilangkan paradigma itu, bahwa Jakarta adalah kota paling kumuh, paling kotor, paling jorok. Lalu siapakah yang harus disalahkan? Disini kita tidak akan menyalahkan siapapun dan pihak manapun. Ini adalah kesalahan kita, kesalahan warga Indonesia yang membiarkan atau bahkan melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab itu. Maka dari itu kita harus memberikan solusi alternatif yang dapat mengubah citra dan paradigma masyarakat diatas. Kita dapat memulainya dari kebersihan Sungai Ciliwung.
Tahukah Anda bahwa Indonesia, disini PSSI, telah mengajukan lamaran untuk menjadi tuan rumah piala dunia pada tahun 2018 atau 2022 pada pertengahan januari lalu?(solopos,kamis 29/01/09). Lalu, jika lamaran itu diterima oleh FIFA, dan kita menjadi tuan rumah piala dunia pada 2018 atau 2022, apakah kita tidak malu jika Christian Ronaldo atau Alesandro Pato mengunjungi Indonesia lalu melihat pemandangan spektakuler dari sungai Ciliwung itu?
Sebagai warga yang tahu diri kita tentu malu. Oleh karena itu, pembersihan dan perapihan sungai Ciliwung khususnya perlu dilakukan dalam waktu singkat, antara 10-14 tahun dari sekarang. Sanggupkah kita?
Oleh karena itu, kita harus segera memberikan solusi yang paling tepat untuk kemudian direalisasikan dalam bentuk yang nyata untuk kepentingan masyarakat Jakarta khususnya, dan untuk masyarakat Indonesia umumnya. Solusi akan kita dapatkan setelah kita membaca, mencermati, dan memahami firman Allah SWT yang menjelaskan tentang kerusakan lingkungan yang telah diturunkan kepada nabi Muhammad 14 abad silam:

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari(akibat)perbuatan mereka, agar mereka kembali ke(jalan yang benar). Katakanlah, adakanlah perjalanan dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan Allah.(QS 30:41-42).
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah(Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya dengan rasa takut(tidak diterima) dan harapan(dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.(QS 7:56).
Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmatnya(hujan), hingga apabila angin itu telah membawa angin mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan ke daerah itu, maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan, seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati. Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran(kami) bagi orang-orang yang bersyukur.(QS 7:57-58).
Dari ayat-ayat diatas, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kerusakan di muka bumi ini disebabkan oleh perbuatan manusia, perbuatan kita. Maka solusi awal adalah mengingatkan kepada manusia,pada diri kita sendiri untuk turut menjaga kelestarian lingkungan. Kita juga dapat mengingatkan orang-orang yang telah berbuat lalai, seperti: Pejabat yang membangun vila-vila di Puncak yang menyebabkan berkurangnya daerah resapan sehingga air tidak dapat meresap dan terus mengalir hingga bermuara ke laut yang melewati Jakarta. Kita juga dapat membuat sebuah proposal kepada pemerintah untuk membangun tempat pembuangan akhir(TPA), sehingga sampah dapat terbuang pada tempatnya. Kita dapat pula mengadukan kepada pihak pemerintah supaya membangung rusun/apartemen murah sehingga warga penghuni bantaran kali dapat berpindah dan wilayah bekas rumah kumuh tersebut dapat dimanfaatkan.
Kitapun harus menyadari bahwa bencana alam yang terjadi adalah akibat dari perbuatan kita sendiri. OLeh karena itu kita harus kembali kepadaNya dan tidak mengulangi perbuatan kita yang telah lalu. Kita diperingatkan untuk tidak membuat kerusakan di muka bumi dan kita diperingatkan untuk berdoa dan berharap kepadaNya. Kita harus mensyukuri bahwa hujan yang telah diturunkan ke muka bumi adalah rahmat dariNya yang akan menumbuhkan buah-buahan dan tanaman. Kita jangan menyalahkan hujan, "Yah, hujan lagi," atau "Tiap hari hujan, sial!". Kita harus tahu diri bahwa di wilayah lain di muka bumi seperti Arab saudi dan negara timur tengah lainnya kadang-kadang setahun tidak hujan. Oleh karena itu, sekali lagi, kita harus mensyukurinya karena negara kita mendapatkan curah hujan tinggi setiap tahunnya.
Mungkin hanya itu yang dapat penulis sampaikan, kita sebagai warga negara Indonesia mengharapkan bangsa kita aman, sehat, rapi, dan Indah. Mari kita wujudkan sungai Ciliwung sebagai sungai terbersih di Indonesia dan dI dunia seperti pernah diraih pada masa pendudukan kolonial Belanda. 2010 Ciliwung bersih, Jakarta bersih, Indonesia bersih. Ciliwung Impianku. Semoga tak sekedar harap. Amin




BIODATA PENULIS
Nama :Abdullah Azzam Al afghani
TTL :Pekan Baru, 19 Januari 1993
Sekolah :SMA SMART EKSELENSIA INDONESIA, BOGOR
Alamat Sekolah :Bumi Pengembangan Insani, Jl Parung-Bogor, Desa Jampang, Kec.Kemang, Kab.Bogor, Jabar
Telepon :085229201178
E-mail :azzamsolo@yahoo.com

su 1maret

Pencetus Serangan Umum 1 Maret

Pada tanggal 1 maret minggu ini, tepat 60 tahun lalu, pada pukul 06.00, kota Yogyakarta dikejutkan oleh sebuah serangan fajar. 2000 personel pasukan gabungan TNI, Polisi, Satuan TP/TGP, dan satuan kelaskaran melakukan serangan serentak ke kota Yogyakarta dari empat penjuru mata angin. Mereka menamai serangan ini serangan oemoem 1 maret 1949.
Serangan umum 1 maret dipicu propaganda Belanda kepada dunia Internasional. Belanda mengatakan bahwa tak ada lagi pemerintahan di Republik Indonesia, pasalnya Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Bung Hatta serta beberapa menteri telah ditawan di Bangka. Selain itu, Belanda juga menganggap serangan-serangan gerilya yang dilakukan TNI adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh kelompok 'ekstremis' yang telah berhasil dilumpuhkan oleh Belanda. Belanda menyebut tindakan ini sebagai 'aksi polisionil' atau tindakan pengamanan.
Oleh karena itu, perlu ditunjukkan kepada dunia internasional bahwa RI masih ada dan masih menjalankan roda pemerintahan. Akhirnya diputuskan bahwa sebuah serangan besar yang dilakukan pada siang hari memang dibutuhkan untuk memberitakan kepada dunia bahwa RI masih ada. Kelak serangan ini disebut Serangan umum 1 maret.
Serangan yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto ini dilakukan pada saat sirine pergantian jam malam dibunyikan , yaitu tepat pukul 06.00. Akhirnya Yogyakarta berhasil diduduki selama enam jam.
Serangan umum 1 maret berdampak cukup besar bagi Belanda. Upayanya menghapuskan RI dari peta melalui Agresi Militer II menuai kegagalan. Dukungan Internasional kepada Indonesia semakin jelas arahnya. Dunia lalu menyeret Belanda untuk melakukan perundingan dengan Indonesia.
Serangan umum 1 maret merupakan suatu prestasi besar bagi TNI khususnya, dan bagi bangsa Indonesia umumnya. Namun dibalik kesuksesannya itu, ada satu hal yang perlu dipertanyakan, siapakah yang memprakarsai Serangan umum 1 maret? Pertanyaan ini membutuhkan sebuah jawaban yang realistis supaya tidak terjadi suatu pembohongan sejarah yang nantinya akan merugikan generasi bangsa berikutnya.
Sekiranya ada tiga tokoh yang didaulat menjadi pencetus ide serangan besar ini, yaitu Letkol Soeharto, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dan Bambang Sugeng(Panglima divisi III). Namun, untuk dimintai keterangan, ketiga tokoh tersebut telah tiada. Oleh karena itu perlu dilakukan pengkajian buku-buku yang berkaitan dengan peristiwa 1 maret 1949.
Soeharto mengklaim bahwa dirinyalah yang mencetuskan ide tersebut. Ia memaparkan hal tersebut dalam biografinya, Soeharto, Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya (PT Citra Lamtoro Gung Persada, 1988)
Persis sewaktu saya menyetel radio memantau siaran luar negeri bersama-sama Purhadi, perwira PHB(Perhubungan) yang sekarang sudah tiada, terdengar siaran luar negeri mengenai perdebatan di PBB......
Seketika saya berpikir, “Bahan apa yang akan digunakan Palar, wakil RI di PBB untuk menjawab pertanyaan pihak Belanda itu?” Maka muncul keputusan dalam pikiran saya: kita harus melakukan serangan pada siang hari, supaya bisa menunjukkan kepada dunia, kebohongan Belanda itu.
Dalam surat perintahnya, Bambang Sugeng memerintahkan kepada Letkol Moch Bachrum, letkol Sarbini, dan Letkol Soeharto untuk mengadakan perlawanan terhadap Belanda yang dapat menarik perhatian dunia luar dan mengadakan perlawanan di daerah masing-masing.
Sedangkan PBB berpendapat bahwa serangan itu dilakukan oleh 'orang yang memiliki kekuasaan relatif, mengetahui seluk beluk kota, memiliki kharisma, dan memiliki cukup wewenang untuk menekankan keinginannya kepada para komandan dari beragam unit'. Yang dimaksud disini tak lain adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Buku terbitan Seskoad menyebutkan bahwa Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Letkol Soeharto bersama-sama mendengar pemancar radio luar negeri dan mengikuti perdebatan D ewan Keamanan PBB tentang masalah Indonesia. Ini berbeda dengan tulisan di otobiografi Soeharto diatas, bahwa ia (Soeharto) mendengar radio bersama Purhadi, bukan bersama Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Ada kemungkinan terjadi suatu kebohongan disini.
Walaupun disebutkan untuk melakukan serangan serentak yang dapat menarik perhatian dunia luar, namun dalam surat perintahnya, Bambang Sugeng tidak menyebutkan kata 1 Maret. Kemungkinan besar bukan dia yang menggagas serangan umum.
Logis jika dikatakan bahwa Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai pencetus ide serangan umum. Ia memiliki kekuasaan besar, mengetahui seluk-belik kota Yogyakarta, memiliki kharisma, dan memiliki wewenang besar untuk menekankan keinginannya kepada komandan dari beragam unit.
Namun, kesimpulan ini tidaklah 100% valid, mengingat banyaknya data sejarah yang 'hilang' pada masa orde baru. Oleh karena itu, dihimbau kepada para sejarahwan untuk melakukan penelitian lebih lanjut guna mendapatkan hasil yang valid.


Bogor, Dinihari 24 Februari 2009

BIODATA PENULIS:
Nama : Azzam Al afghani
TTL : Pekan Baru, 19 Januari
Pekerjaan : Sejarahwan
Alamat Sekolah : Bumi Pengembangan Insani, Jl Parung-Bogor, Desa Jampang, Kec.Kemang, Kab.Bogor, Jabar
Telepon :081260916777
E-mail : rhisangsaniscara@yahoo.de

karya ilmiah gue

Kata Pengantar

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah AWT
BAB I: PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kerajaan Majapahit adalah Kerajaan besar di Jawa yang didirikan oleh Raden Wijaya. Wilayah kekuasaannya pada waktu pemerintahan Hayam Wuruk dengan dibantu oleh Patih Gajah Mada meliputi seluruh wilayah Nusantara dan semenanjung Melayu.
Sebuah Kerajaan besar seperti Kerajaan Majapahit tentunya memiliki sebuah struktur pemerintahan dan birokrasi yang bagus sehingga hubungan antara rakyat dengan pejabat terjalin baik, sehingga rakyat akan mendapatkan keadilan dan merasakan kesejahteraan.

B. Masalah
Sistem politik nusantara pada masa kerajaan Majapahit sangatlah bagus. Mereka telah menerapkan sistem perpolitikan moderen pada zaman itu, sehingga Majapahit dapat mencapai kekuasaan dan menyatukan nusantara dan dapat bertahan dalam waktu yang relatif lama.
• Bagaimanakah sistem perpolitikan Majapahit sehingga mampu berkuasa dan mensejahterakan rakyatnya dalam waktu yang relatif lama ?
• Apakah sistem politik pada waktu itu dapat dihidupkan lagi dan dapat dicontoh atau ditiru untuk kemajuan bangsa Indonesia?


C. Tujuan
Penelitian tentang sestem politik kerajaan-kerajaan jawa pada masa lalu sangat sedikit. Padahal sistem politik kerajaan-kerajaan jawa saat itu diatur dengan cerdas dan bijaksana. Oleh karena itu, penelitian perlu dilakukan agar kita dapat mencontoh sistem politik pada masa lalu, (kalau itu dapat diterapkan) untuk diaplikasikan dalam perpolitikan bangsa Indonesia.
D. Sistematika
Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menyusunnya dalam beberapa bagian, yaitu:
Bab 1: Pendahuluan, yang mencakup: Latar belakang, Masalah, dan tujuan
Bab 2: Pembahasan, yang mencakup: Tentang kerajaan Majapahit, visi politik kerajaan Majapahit, Struktur pemerintahan kerajaan Majapahit,dan struktur birokrasi kerajaan Majapahit
Bab 3: Penutup, yang mencakup: Daftar Pustaka dan Daftar riwayat hidup
Bab 4: Simpulan dan Saran

BAB II: STRUKTUR PEMERINTAHAN DAN BIROKRASI KERAJAAN MAJAPAHIT
A.Sekilas tentang kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1215 Saka, atau 1293 Masehi. Raden Wijaya kemudian dinobatkan sebagairaja pertama kerajaan Majapahit yang bergelar Prabu Kertarajasa Jayawardhana. Raden Wijaya memerintah Majapahit selama 16 tahun dan wafat pada tahun 1309 masehi.
Raden Wijaya kemudian digantikan oleh putranya, Kalagemet. Ia bergelar Sri Jayanegara. Jayanegara memerintah Majapahit antara tahun 1309-1328 masehi. Raja Jayanegara dibunuh oleh Rakryan Dharmaputra Winehsuka Tanca, seorang tabib yang dendam terhadap Jayanegara pada tahun 1328 M.
Jayanegara kemudian digantikan oleh saudara perempuannya, Tribuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani dan Rajadewi Maharajasa. Tribuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani dan Rajadewi Maharajasa memerintah Majapahit pada tahun 1328-1350. Pada pemerintahan Tribuwanatunggadewi Gajah Mada, yang saat itu memerintah Daha dan Kahuripan dinaikkan pangkatnya menjadi Mahapatih Amangkubhumi karena ia berhasil meredam pemberontakan di Sadeng1 menggantikan Arya Tadah yang telah lanjut usia. Gajah Mada kemudian mengucapkan ikrarnya, yang dikenal dengan sumpah palapa.
Tribuwanatunggadewi memiliki putra yang bernama Hayam Wuruk. Hayam Wuruk kemudian diangkat menjadi raja menggantikan ibunya pada tahun 1350 M. Dengan bantuan Patih Amangkubhumi Gajah Mada, Hayam Wuruk berhasil membawa kerajaan Majapahit ke puncak kebesarannya dengan menundukkan seluruh wilayah Nusantara.Namun Nusantara kembali pecah belah setelah Gajah Mada dan Hayam Wuruk wafat.

1 Kitab Pararaton


Hayam Wuruk kemudian digantikan oleh Prabu Wikramawardhana, kemudian digantikan oleh Prabu Kertawijaya I, kemudian digantikan oleh Prabu Sri Rajasa Wardhana, kemudian digantikan oleh Prabu Wisesa kemudian digantikan oleh Prabu Singhawikramawardhana, kemudian digantikan oleh Prabu Kertabhumi, dan terakhir Prabu Brawijaya V
B. Visi Politik Kerajaan Majapahit
Majapahit memiliki tujuh visi politik, yaitu:
1. Laku Hambeging Bathara (Sifat Mulia Alam Semesta yang Patut dicontoh), terdiri dari:
a. Laku Hambeging Bathara Indra (Membawa kemakmuran)
b. Laku Hambeging Bathara Yama (Berani menegakkan keadilan)
c. Laku Hambeging Bathara Surya (Memberikan semangat dan kekuatan)
d. Laku Hambeging Bathara Candra (Memberikan penerangan)
e. Laku Hambeging Bathara Bayu (Ada ditengah-tengah rakyat)
f. Laku Hambeging Bathara Danada (Teguh, memberi, dan mensejahterakan rakyat)
g. Laku Hambeging Bathara Baruna (Pemimpin hendaknya memiliki wawasan yang luas)
h. Laku Hambeging Bathara Agni ( Pemimpin hendaknya memiliki ketegasan tanpa pilih kasih)
2. Visi Panca Dharmaning Prabu( Lima Kewajiban Pemimpin)
a. Handayani Hanyakra Purana(Memberi dorongan/motivasi)
b. Madya Hanyakrabawa(Mengutamakan kepentingan masyarakat)
c. Ngarsa Hanyakrabawa(Menjadi suri toladan masyarakat)
d. Nirbala wikara(Tidak selalu menggunakan kekerasan)
e. Ngarsa Dana Upaya(Rela berkorban)
3. Visi Kamulyaning Nerpating Catur(Empat sifat utama pemimpin)
a. Jalma Sulaksana(Mengetahui teknologi dan ilmu)
b. Praja Sulaksana(Memiliki belas kasihan terhadap rakyat)
c. Wirya Sulaksana(Berani menegakkan kebenaran)
d. Wibawa Sulaksana(Memiliki kewibawaan terhadap bawahan/rakyat)
4. Visi Catur Praja Wicaksana(empat sifat bijaksana pemimpin)
a. Sama(Waspada dan siap siaga menghadapi ancaman musuh)
b. Beda(Memberikan keadilan tanpa pengecualian dalam melaksanakan hukum)
c. Dana(mengutamakan sandang, pangan, pendidikan, dan papan guna menunjang kesejahteraan rakyat)
d. Danda(menghukum semua yang salah)
5. Visi Sad Guna Upaya(Enam upaya luhur yang harus dikuasai pemimpin)
a. Sidi Wasesa(Bersahabat dengan Rakyat)
b. Wigraha Wasesa(Mampu mempertahankan hubungan baik)
c. Wibawa Wasesa(Berwibawa dan disegani rakyat, tetangga, dan musuh)
d. Winarya Wasesa(Cakap, bijak dalam memimpin sehingga semuaskan semua pihak)
e. Gasraya Wasesa(Mampu menghadapi musuh)
f. Stana Wasesa(Menjaga hubungan dan perdamaian)
6. Visi Panca Tata Upaya(Lima upaya seorang birokratdalam menghadapi persoalan negara)
a. Maya Tata Upaya(Melakukan pencarian fakta sehingga didapat informasi yang akurat)
b. Upeksa Tata Upaya(Meneliti dan menganalisa data atau informasi untuk menarik kesimpulan yang objektif)
c. Indra Jala Wisaya( Mencari pemecahan masalah secara maksimal)
d. Wikrama Wisaya(Melaksanakan semua usaha yang telah diprogramkan)
e. Lokika Wisaya(Ucapan dan tindakan harus dipikirkan secara akal sehat, dan ilmiah serta logis)
7. Visi Tri Jana Upaya(Tiga Upaya Pemimpin Mendekatkan Diri Kepada Rakyat)
a. Rupa Upaya(Mengenali siapa yang dipimpin)
b. Wasma Upaya(Mengetahui susunan stratifikasi masyarakat)
c. Guna Upaya(Mengetahui tingkat intelektual masyarakat)
C. Struktur Pemerintahan Kerajaan Majapahit
Majapahit memiliki struktur pemerintahan dan birokrasi yang teratur pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Struktur pemerintahan dan birokrasi tersebut tidak banyak mengalami perubahan selama perkembangan sejarahnya. Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa di dunia dan ia memegang otoritas politik tertinggi sehingga rakyat wajib menuruti dan melaksanakan perintah raja.
D. Struktur Birokrasi Kerajaan Majapahit
Dalam melaksanakan pemerintahan, raja dibantu oleh sejumlah pejabat birokrasi. Mereka adalah putra dan kerabat raja. Perintah raja biasanya diturunkan kepada pejabat-pejabat dibawahnya, antara lain:
1. Rakryan Mahapatri Katrini, biasanya dijabat oleh putra-putra raja. Tugasnya adalah menerima perintah dari raja. Terdiri dari tiga orang, yaitu:
a. Rakryan Mahamantri i Hino
b. Rakryan Mahamantri i Halu
c. Rakryan Mahamantri i Sirikan
2. Rakryan Mantri Pakiran-kiran, tugasnya sebagai dewan menteri yang melaksanakan pemerintahan. Terdiri dari lima orang, yaitu:
a. Rakryan Mapatih
b. Rakryan Tumenggung
c. Rakryan Demung
d. Rakryan Rangga
e. Rakryan Kanuruhan
3. Dharmadyaksa, yaitu pejabat yang mengurusi maslah hukum keagamaan, terdiri dari dua orang, mereka adalah:
a. Dharmadyaksa ring kasaiwan untuk urusan agama Siwa
b. Dharmadyaksa ring kasogatan untuk urusan agama buddha
c. Dharma-upapati adalah para pejabat keagamaan dan cendikiawan(bhujangga)
E. Penerapan Struktur pemerintahan dan Birokrasi Majapahit Bagi Bangsa Indonesia dan Kendalanya
Dari data diatas, penerapan struktur pemerintahan dan birokrasi Majapahit bagi bangsa Indonesia sekiranya tidak dapat diwujudkan, kalaupun bisa itu sangat sulit. Kerajaan Majapahit menganggap raja sebagai penjelmaan dewa yang harus dituruti setiap perkataan. Pada saat itu rakyat Majapahit mayoritas beragama Siwa dan Buddha, sehingga struktur pemerintahan yang seperti diatas dapat diterapkan. Sedangkan pada saat ini masyarakan Indonesia mayoritas beragama islam, dan islam tidak mempercayai dewa, sehingga pejelmaan dewa dalam bentuk raja(presiden) tidak akan dipercayai oleh sebagaian besar masyarakat. Oleh karena itu sistem pemerintahan itu tudak dapat diterapkan di Indonesia. Namun, visi-visi politik kerajaan Majapahit pada data diatas dapat diterapkan bagi bangsa Indonesia karena tidak berbau SARA.

BAB III. Penutup
A. Daftar Pustaka:
Poesponegoro, Marwati Djoened dan Notosusanto Nugroho, 1993, Sejarah Nasional Indonesia III, Balai Pustaka, Jakarta.
Purwadi, 2007, Sejarah Raja-Raja Jawa, Media Abadi, Yogyakarta
www.id.wikipedia.org

Januari 21, 2009

100 Lagu


Jon Koplo adalah salah seorang pengamen 'professional' di Kabupaten Sragen. Ratusan lagu, baik itu lagu pop, dangdut, rock, jazz, hingga lagu kasidah Ibu-ibu PKK telah ia hafal luar kepala.

Hari ini rencananya ia akan mendatangi pasar Gemolong. Ia mau mendatangi satu per satu kios di pasar itu. Ia pun mulai berspekulasi, “Kira-kira kalau satu lagu dibayar Rp.500,- terus kalau kudatangi 20 kios, lumayan tuh dapet Rp. 10.000,-” pikirnya. Dengan berbekal gitar usang terbitan tahun 90-an, iapun kemudian beraksi.

Kios pertama yang ia datangi adalah kiosnya Lady Cempluk. Disana ia menyanyikan tembang Sewu Kutho karyanya mas Didi Kempot. Tak berselang lama Lady Cempluk menyodorkan uang receh...seratus rupiah. “Ya elah, kirain dapet limaratus, nyatanya cuma dapet seratus, nasib-nasib”, batin Jon Koplo melas.

Kios kedua adalah kiosnya Tom Gembus, ia adalah seorang pedagang toko kelontong. “Kulonuwun,” ujarnya ramah, “Bolehkah saya menyanyikan sebuah tembang untuk panjenengan,” lanjutnya. “ Satu tembang berapa mas upahnya?” tanya Tom Gembus. “Satu tembang penuh upahnya 500 rupiah mas,” Jawab Jon Koplo semangat. “ Ya sudah kalau begitu nyanyikan 100 lagu penuh dan saya bayar Rp. 50.000,-!” Ujar Tom Gembus sambil meletakkan uang 50ribuan diatas meja. “Ha?, 100 lagu lambeku kemeng engko mas-mas” Jawab Jon Koplo kaget. “ Ya, silakan” Ujar Tom Gembus. “Ngapunten mas, kulo pamet riyen!” Kata Jon Koplo langsung ngacir. Tom Gembus dan para pelanggannya pun tertawa.


November 26, 2008

Tujuan Open source

Aplikasi yang biasa digunakan dalam dunia perkantoran saat ini masih banyak yang menggunakan software berbayar(komersil) karena memang software semacam ini yang pertama kali diperkenalkan kepada para karyawan sejak mereka masih duduk di bangku sekolah dasar. Mengapa software komersil yang diajarkan terlebih dahulu kepada anak sekolah dasar? Hal ini disebabkan karena software komersil mudah untuk digunakan alias user friendly. Padahal dengan menggunakan free open source software sekarang ini maka tidak akan ditemukan kesulitan yang berarti untuk mempelajarinya karena memang free open source software juga dapat digunakan secara mudah dan memiliki interface yang user friendly. Jadi tujuan open source itu memang untuk mengajarkan kepada masyarakat untuk memakai free open source yang tak berbayar alias gratis.

Sejarah Open Source

Istilah open source baru dipasarkan pada tahun 1998. Namun, sejarah peranti lunak open source sendiri bisa ditarik jauh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford, Berkeley, Carnegie Mellon, and MIT pada tahun 1960-an dan 1970-an


Awalnya bermula dari pertukaran kode para hacker di MIT, lalu mereka menggabungkan kode-kode tersebut dan terciptalah sebuah open source.

Perkembangan di atas antara lain dipelopori oleh Richard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10. Awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan universitas-universitas lain tersebut bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Akibatnya banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi banyak yang kadaluarsa. Pengganti PDP-10, seperti VAX dan 68020, memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun piranti lunak bebas. Pengguna harus menanda-tangani nondisclosure agreement untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem-sistem operasi ini.

November 19, 2008

Open Source.....

Definisi Open Source

Menurut Wikipedia, open source
adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu orang/lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet)
DEFINISI